Sabtu, 27 Jun 2015

MUNAJAT RAMADHAN (Doa Selepas Tarawih -Bahasa Melayu)




Ya Allah…Ya Rahman…Ya Rahim…
Dalam dakapan Ramadhan yg suci ini, Dengan rasa rendah diri, Kami yg kerdil dan hina ini memohon doa dengan penuh pengharapan kepadaMu ya Allah… semoga Engkau sudi mendengar permintaan kami, kerana sesungguhnya Engkaulah Tuhan yang Maha Mendengar.

Ya Fattahu Ya Alim…
Ajarkanlah kami yang lemah ini utk melihat jalan keluar dari semua masalah yang membelenggu kami, bukakanlah hijab kepada kami yang tak mampu melihat setiap kebaikan pada kejadian dan takdirMu. Ya Allah..takdirkanlah yang baik baik untuk diri kami, Janganlah kau menguji kami pada apa yang tidak mampu kami lalui.. Bukakanlah pintu pintu rahmatMu untuk kami ya Allah…

Ya Allah Rabbul Jalil….
Sejahterakanlah untuk kami dengan kesihatan yang baik..supaya dengannya kami dapat beribadah kepadaMu. Ya Allah..ampunkanlah segala dosa kami, kerana kami terlalu banyak dosa kepadaMu Ya Allah…Kami lupa akan Engkau ketika sihat, kami ingat padaMu bila ditimpa sakit, Kami lupa padaMu ketika senang, kami ingat padaMu bila datang kesusahan. Kami lupa kepadaMu disaat kami gembira, Kami ingat kepadaMu ketika sedih dan kecewa, Kami habiskan usia muda dgn keseronokan dunia, kami mula mengingatiMu tika usia sudah tua, ..justeru Ya Allah...ampunilah semua dosa kami..berilah kekuatan kepada kami utk melawan hawa nafsu dan dunia yg sentiasa mlalaikan kami daripada mengingatimu ya Allah…

Ya Allah…ya Rahman..ya Rahim…
Ampunkanlah dosa kedua ibubapa kami,. setiap titik susu ibu yang mengalir dalam diri kami...kau gantilah dengan kebajikan unuknya yang boleh membawanya ke syurgaMu ya Allah...Ya Rahman...pada setiap keringat yang mengalir pada tubuh ayah kami dalam mencari rezki kepada keluarga kami...kau gantikanlah dengan keampunan yg membawa ke syurgaMu ya Allah. Sesungguhnya pengorbanan mereka tidak akan mampu kami membalasnya. Bahkan terkadang mereka hidup dalam kesusahan dan kesempitan, sedangkan kami berada dalam kesenangan dan kemewahan...Justeru kurniakanlah kapad kedua ibubapa kami tempat yg istimewa di syurgaMu Ya Allah…..

Ya Allah….
Kami juga memohon ampun untuk kaum kerabat kami, sahabat sahabat kami dan guru guru kami yang terlebih dahulu pergi meninggalkan kami kealam barzakh…golongkanlah mereka dalam orang orang kau redhai…apabila tiba pula giliran kami menuju barzakhMU..maka Kau ambillah kami dalam keadaan yg baik baik…dalam keampunan dan rahmatMu ya Allah…

Ya Allah Ya Azizz…
Kurniakanlah kapad kami jiwa yang tenang dan tenteram…hiasilah hati kami dengan sifat syukur, redha, sabar, ikhlas, amanah dan bertanggungjawab…Kau jauhkanlah daripada kami sifat ujub, riak,takabbur, fitnah, mengadu domba, sangka buruk dan khianah.

Ya Rashid…Ya Rahman…Ya Rahim..
Jika ada dikalangan kami mereka yang diuji dengan kesusahan, maka kau bantulah mereka, permudahkanlah urusan mereka, 
jika ada dikalangan kami mereka yang bersedih hati, berikanlah ketenangan dan jalan keluar kepada mereka, 
jika ada dikalangan kami sedang berhajat dengan keperluannya, maka tunaikanlah hajat mereka, dan cukupkanlah keperluan mereka, 
jika ada dikalangan kami mereka yg diuji dengan sakit, maka kau sembuhkanlah mereka ya Allah…agar dapat beribadah bersama kami. 
Jika ada dikalangan kami mereka yang derhaka kepada ibubapa atau terkurang dalam melayani mereka, maka kau ampunilah mereka, 
jadikanlah kami anak anak yang taat dan berbakti..sesungguhnya Engkaulah tuhan yang maha mendengar dan mengasihi…

Ya Allah Ya Malikal Mulk…
Ya Razak..Ya Fattahu Ya Alim…
Kurniakan kepada kami rezeki yang halal lagi diberkati. dan jadikanlah dengan rezeki itu kami semakin dekat denganMu..sebaliknya, janganlah kau jadikan kami daripada golongan yang lupa diri setelah mendapat kurniaannMu.

Ya Allah….
Bantukanlah kami dlm menjalankan urusan agama kami, Elokkanlah urusan dunia kami, yang padanya tempat kami mencari kehidupan, Elokkanlah urusan akhirat kami, yang padanya tempat kami akan kembali untuk selama selamanya.. jadikanlah kehidupan kami ini sebagai tambahan segala kebaikan kepada kami, dan jadikanlah kematian sebagai ketenangan kepada kami dari segala kejahatan, Sesungguhnya kami ingin kembali kepadaMu dengan jiwa yang tenang….

Ya Allah Ya Zal Jalali Wal Ikram…
Ya Allah….Janganlah kau jadikan ramadhan ini ssebagai yang terakhir buat kami, temukanlah kami dengan Ramadhan yang akan datang. Tapi, Andai ini Ramadhan terakhir buat kami, jadikankanlah puasa kami sebagai puasa yang Kau rahmati, jadikanlah ramadhan ini paling bererti, penuh dengan cahaya iman, menerangi kegelapan hati kami menuju redha serta kasih sayangmu ya Allah…jadikanlah ramadhan ini sebagai penghapus dosa dosa kami.. Ya Allah…temukanlah kami dengan Lailatul qadr…pilihlah kami dikalangan hambaMu yang dapat beramal dimalam al-Qadr….Ya Allah..terimalah amalan kami..terimalah taubah kami..ampunkanlah segala dosa kami...amankanlah kehidupan kami disana nanti yg kekal abadi…kurniakanlah kepada kami syurgamu yang maha luas nikmatnya…

Amin

Muslim Care Malaysia Society
30 Jun 2015

Khamis, 25 Jun 2015


Terbitan Karya Bestari

AKAN DATANG

Dari Hati untuk Pahlawan Hidupku(Untukmu Seorang bapa)
Puisi Ayah karya Ibnu Abhi

Meskipun suara mu
Tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkai ku dengan nada nada ketulusan
Yang mengantarkan hati ku. . .
Menuju lembah tinggi. .
Bernama kedamaian
Meski sentuhan mu tak selembut belaian suci seorang ibu
Namun dengan dekapan mu. . .
Ku terhangatkan dengan kasih mu
Ku terlenakan
Dengan cinta mu

Tangis ku berderai
Kala ku ingat ucapan indah mu menimang ku
Kala ku sentuh tubuh letih mu menjaga ku

Seperti karang menjaga debu pasir
Kau jaga aku. . .
Kau lindungi ku
Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahi ku. .
Kau rela di terpa deburan buih
Yang berlalu
Demi aku
Demi anak mu. . .

Seakan tak pernah lelah
Kau hapuskan tetes air mata ku
Seakan tak pernah bosan
Kau redamkan aku dari tangisan

Ku urai hati ini
Untuk mu
Untuk segalanya yang telah kau labuhkan pada dermaga hidup ku
Hanya sebentuk puisi
Dari ketulusan hati
Untuk mu bapa ku
Terima kasih. . . .

Sabtu, 24 Ogos 2013

IMAN MALIK RAHIMAHULLAH PERNAH BERKATA ;

“Barangsiapa yang mengambil tasawuf tanpa mempelajari fiqh, maka orang itu adalah zindiq. Barangsiapa yang mengambil fiqh tanpa mempelajari tasawuf, maka orang itu adalah fasiq. Barangsiapa yang menghimpunkan kedua-duanya (tasawuf dan fiqh), maka orang itu adalah haq (benar).”

Sumber;

Facebook Pondok Habib

PESANAN IMAN AHMAD HANBAL KEPADA ANAKNYA


HATI-JIWA- RAGA

UNTUK HATI YANG SEDANG RAPUH


 Wahai Hati..

Bersabarlah dalam menanti..

Yakinlah janjiNya adalah pasti..

Pada akhirnya kebahagiaanlah yang kelak kan diraih..



 Wahai Jiwa..

Tenanglah dalam lara..

Percayalah bahwa janjiNya adalah nyata..

Jangan pernah ragu dengan kehendakNya..

DIA lebih tau mana yang terbaik untuk para hambaNya.. ...

 

Wahai Raga..

Tetaplah istiqomah dalam asa..

Cinta yang suci sedang menguji keimanan kita..

Seberapa sabar kita dalam menunggu..

Seberapa kuat kita saat tertatih..

dan seberapa tegar kita disaat rapuh..

 

 

Salam bahagia dari

Dr. Ary Ginanjar Agustian

(Sumber :Facebook Ari Ginanjar Agustian)  

 

 


Sabtu, 6 Julai 2013

DOA RAMADHAN

Ya Allah…..
Dalam dekapan Ramadhan suci ini
Berikan hambaMu ini kesadaran
Betapa bulan ini adalah gedung
Yang menyimpan sejuta rahmat Mu

Dalam sepuluh ruang tamuNya
Berikan pada hamba
Makna luas ruang maghfirahMu
Yang tersembunyi dalam sepuluh ruang keluarga

Teguhkan keyakinan pada diri hamba tentang janjiMu
Yang terlukis dalam sepuluh ruang tidur bulanMu
Menggambar kebebasa dari api abadiMu

Ya Allah…
Hamba ingin menjadi penebar ayat-ayatmu
Merangkul tiang rumahMu
MerayuMu tiap malam
MengingatMu dalam dua puluh gerak istirahatku
MenjengukMu dalam detik-detik sahurku
Menemani mata hati mengelilingi hari-hariMu

Ya Allah…
Hamba bersimpuh dalam belai kuasamu
Mengakui kelemahan dan kesalahan Nafsu
Menyebarkan aib sendiri
Membuka rashia diri

KepadaMu
Menggorek dosa-dosa satu persatu
Berharap siraman deras ampunanMu

Ya Allah…..
Bersama laju bulah penuh rahmah ini
Hamba lontarkan segala keinginan dan harapan
Menjelaskan perancangan
Mendiskusikan visi masa depan
Mengadukan keinginan
Membayangkan harapan-harapan
Dan meletakanya diatas tanganMu

Ya Allah…
Sedikit sekali yang ku minta
Dalam luas kuasaMu yang terbuka

 
Ilham;
Ramadhan,Kairo 2001
Indonesia

Suntingan
Diambang Ramadhan, Jalan Pulang 2013

Ahad, 16 Jun 2013

DARI HATI UNTUK PAHLAWAN HIDUPKU


(Untukmu Seorang bapa)
Puisi Ayah karya Ibnu Abhi

Meski suaramu
Tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan
Yang mengantarkan hatiku. . .
Menuju lembah tinggi. .
Bernama kedamaian

Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu
Namun dengan dekapanmu. . .
Ku terhangatkan dengan kasihmu
Ku terlenakan
Dengan cintamu

Tangisku berderai
Kala ku ingat ucapan indahmu menimangku
Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku

Seperti karang menjaga debu pasir
Kau jaga aku. . .
Kau lindungiku
Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku. .
Kau rela di terpa deburan buih
Yang berlalu
Demi aku
Demi anakmu. . .

Seakan tak pernah lelah
Kau hapuskan tetes air mataku
Seakan tak pernah bosan
Kau redamkan aku dari tangisan

Ku urai hati ini
Untukmu
Untuk segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku
Hanya sebentuk puisi
Dari ketulusan hati
Untukmu bapaku
Terima kasih. . . .


Jumaat, 19 Oktober 2012

KAMI DATANG PADA MU


Labbaik Allahumma Labbaik,
(Kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah)

 
Labbaika la syarika laka labbaik,
(Tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu)


Inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulka la syarika laka.
(Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu)

 
 



Rabu, 17 Oktober 2012

KISAH NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL


Gambar Hiasan

Kisah ini telah berkali kali aku membacanya, malahan “terpaksa” dihafal jalan ceritanya tetapi itu dahulu, semasa aku dibangku sekolah dan mengambil paper Sejarah Islam sebagai paper elaktif. Target aku semasa itu adalah untuk mendapat A1, lulus dengan cemerlang dan supaya dapat menyokong paper utama bagi melayakkan aku menjejaki tangga menara gading. 

Semasa mengikuti satu training (ESQ) kisah ini diperdengarkan lagi, Aku bersykur kerana Allah memilih ku untuk mendengar kisah yang berulang kali telah aku dengar dan kali ini aku dapat merasai yang aku membacanya dengan mata hati, Air mata mencurah-curah apabila mendengar kisah ini, dan apabila mata hati dapat melihat besarnya pengorbanan Nabi Allah Ismail, Nabi Allah Ibrahim dan Wanita Mulia Siti Hajar, mengharuni ujian dan keyakinan terhadap perintah Allah.
Kini setiap ujian mereka itu telah menjadi rukun ibadat haji, yang dikerjakan oleh umat islam setiap tahun sehinggalah Allah saja yang tahu atas segala nikmat ibadat ini yang dikurniakan kepada hamba-hamba Nya yang terpilih.

Semoga para sahabat dan saudaraku, hayatilah ibadat haji dan korban ini dengan sedalam dalam mata hati dan mengambil iktibar diatas kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar. Ibadat ini bukan jadi ikut-ikutan atau untuk mendapatkan kebanggan. 

KISAH Nabi Ibrahim yang sanggup ‘mengorbankan’ anaknya, Nabi Ismail demi melaksanakan perintah Allah menjadi ingatan dan iktibar setiap kali musim haji dan sambutan Aidiladha.  Kepatuhan dan ketaatan Nabi ibrahim, Ismail dan Siti Hajar untuk melaksanakan perintah Allah itu adalah simbolik kepada ibadat korban yang dilakukan oleh umat Islam.

Diriwayatkan sebelum Nabi Ibrahim diperintahkan Allah supaya menyembelih anaknya iaitu Nabi Ismail. Baginda membuat ibadat korban sebanyak 1,000 kambing, 300 lembu dan 100 unta di jalan Allah. Melihatkan kepada banyaknya jumlah korban yang dilakukan, maka manusia dan malaikat kagum dan kehairanan. Nabi Ibrahim bersabda:

“Semua yang menjadi korban itu belum apa-apa lagi bagiku. Demi Allah, kalau aku dikurniakan anak lelaki sudah tentu dia juga akan kusembelih dijalan Allah dan aku korbankan dia untuk Allah.”

Ketika Nabi Ibrahim tiba di Iradhil Muqaddasah (bumi yang disucikan), baginda memohon kepada Allah supaya dikurniakan anak dan Allah mengabulkan permohonannya. Akhirnya, baginda dikurniakan seorang anak lelaki.

Tatkala, anaknya iaitu Nabi Ismail pandai berjalan dan berusia tujuh tahun (sesetengah sirah menerangkan 13 tahun), Nabi Ibrahim mendapat mimpi iaitu baginda mendengar suara yang berkata:

“Hai Ibrahim, tunaikan nazar kamu!”

Keesokan paginya, Nabi Ibrahim berfikir: “Apakah mimpi itu datangnya daripada Allah atau syaitan?” Selanjutnya, pada malam kedua, Nabi Ibrahim bermimpi lagi, sama seperti mimpinya terdahulu.

Maka, keesokan harinya, baginda tahu bahawa mimpinya itu adalah daripada Allah.

Pada malam ketiganya, beliau bermimpi lagi seperti sebelumnya hingga Nabi Ibrahim pasti bahawa mimpi itu datang daripada Allah yang bermaksud baginda perlu menunaikan nazar dengan menyembelih anaknya sebagaimana yang dijanjikan.

Ketika Nabi Ibrahim hendak pergi melaksanakan penyembelihan, beliau berkata kepada ibu Nabi Ismail iaitu Siti Hajar yang berbunyi:

“Hai Hajar, pakaikan anakmu Ismail dengan pakaian yang paling baik dan bagus kerana aku akan pergi dengannya.”

Maka, Siti Hajar memakaikan pakaian, memberi haruman dan membersihkan tubuh anaknya sebelum menyerahkannya kepada suaminya. Kemudian, Nabi Ibrahim pergi bersama anaknya dengan membawa tali dan pisau yang tajam berhampiran Mina. Ketika itu,  iblis terkutuk sudah sedia menanti untuk menggoda dan dia tidak pernah sesibuk seperti hari itu.

Dalam perjalanan Nabi Ibrahim ke Mina, Nabi Ismail kelihatan ceria dan sering berlari meloncat ke hadapan ayahnya. Maka, iblis berkata kepada Nabi Ibrahim:

“Wahai Ibrahim, apakah engkau tidak memperlihatkan betapa tampan parasnya, bagus badannya dan kesantunan peri lakunya?”

Kata Nabi Ibrahim:
 “Ya, tetapi aku diperintah Tuhanku untuk itu.”

Ketika iblis terkutuk itu putus asa terhadap Nabi Ibrahim, lalu dia pergi mendapatkan Siti Hajar dan berkata:
 “Wahai Hajar, bagaimana boleh engkau duduk-duduk saja, sedangkan Ibrahim sudah pun pergi dengan anakmu dan akan menyembelihnya?”

Kata Siti Hajar: 
“Jangan engkau berdusta, aku tidak pernah tahu seorang ayah sanggup menyembelih anaknya sendiri.”

“Itulah sebabnya dia keluar dengan anakmu membawa tali dan pisau. Dia mengira bahawa Tuhannya menyuruhnya untuk itu,”
katanya iblis.

Siti Hajar menjawab:
“Nabi itu tidak pernah diperintah untuk sesuatu yang batil dan saya sendiri bersedia untuk menebus perintah itu dengan jiwa sendiri, betapa pula jika hanya dengan jiwa anakku?” 

Ketika iblis terkutuk berputus asa terhadap Siti Hajar, maka dia pergi kepada Nabi Ismail seraya berkata:
“Sungguh engkau bersenang-senang, sedangkan ayah kamu membawa tali dan pisau untuk menyembelih kamu.”

Nabi Ismail berkata:
Jangan engkau berdusta, mengapa ayah aku akan menyembelihku?” 

Iblis menjawab:
“Dia mengira bahawa Tuhannya menyuruhnya untuk itu.”

Nabi Ismail berkata:
“Aku memperhatikan dan mentaati perintah Tuhanku.”

Ketika iblis terkutuk itu cuba untuk melontarkan godaan yang lain, maka terlebih dulu Nabi Ismail mengambil seketul batu dan melemparkannya kepada iblis sehingga mata kirinya pecah dan buta. Lalu dia pergi dengan sia-sia lagi rugi. Ketika Nabi Ibrahim tiba di Mina, baginda berkata kepada puteranya:

“Hai anakku, sungguh aku melihat dalam tidurku (dalam mimpi aku) bahawa aku menyembelih engkau, cuba engkau pula perhatikan bagaimana pendapat kamu?” 

Nabi Ismail menjawab:
“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan. Insya-Allah ayah akan mendapatkan aku sebagai orang yang sabar, iaitu terhadap apa yang diperintahkan kepada ayah untuk menyembelih aku.”

Tatkala Nabi Ibrahim mendengar kata-kata puteranya, baginda tahu bahawa doanya kepada Allah sudah dikabulkan iaitu: 
“Rabbi Hablii Minash Shalihiin (Ya Tuhanku, berikanlah kepada anak yang soleh).”

Kemudian Nabi Ismail berkata kepada ayahnya:
“Wahai ayah, aku sampaikan beberapa pesan kepada ayah.

Hendaklah ayah mengikat tanganku supaya aku tidak bergerak-gerak yang mungkin menyakitkan ayah;

“Hendaklah wajahku dihadapkan ke tanah supaya ayah tidak melihat lalu menimbulkan kasih sayang ayah kepadaku;
“Hendaklah ayah melipatkan kain ayah supaya tidak tercemar dengan darah, meskipun sedikit hingga mengurangi pahala aku dan mungkin juga diketahui oleh ibu sehingga dia menjadi susah.
Hendaklah ayah menajamkan pisau ayah, lagi pula mempercepatkan jalannya di atas leher aku, supaya tidak terlalu sakit kerana mati itu sakit sekali.

“Hendaknya ayah membawa bajuku kepada ibu sebagai tanda kenangan daripadaku serta sampaikan salam aku kepadanya dan katakan kepadanya: ‘Bersabarlah engkau terhadap perintah Allah’ dan jangan ayah beritahukan kepadanya bagaimana ayah menyembelih aku, serta bagaimana pula ayah mengikat tanganku.

“Hendaklah ayah tidak memasukkan anak-anak ke rumah ibu supaya dia tidak terlalu sedih mengenangkan aku. Dan ayah mengetahui anak seperti aku hendaklah ayah tidak melihatnya hingga nanti ayah menjadi susah dan duka.”

Nabi Ibrahim berkata:
“Sebaik-baik penolong adalah engkau wahai anakku, untuk melaksanakan perintah Allah SWT.”

Kemudian ketika kedua-duanya sudah menyerah bersedia, ertinya bersedia melaksanakan perintah Allah, Nabi Ibrahim membaringkan Ismail seperti kambing yang disembelih. Ada yang menceritakan Nabi Ibrahim menelungkupkan wajah Ismail dengan isyaratnya supaya tidak melihat sesuatu yang menimbulkan kasih sayangnya, hingga dapat menghalang baginda daripada melaksanakan perintah Allah.

Nabi Ibrahim sedia untuk mengorbankan anaknya, Nabi Ismail seperti yang diperintah oleh Allah. Kedua-duanya sudah menyerah bersedia, ertinya bersedia melaksanakan perintah Allah. Nabi Ibrahim kemudian membaringkan Ismail seperti kambing yang disembelih. Ada yang menceritakan Nabi Ibrahim menelungkupkan wajah Ismail dengan isyaratnya. Perkara ini supaya tidak melihat sesuatu yang menimbulkan kasih sayangnya, hingga dapat menghalang baginda daripada melaksanakan perintah Allah

Perintah itu dilaksanakan pada sisi batu besar di Mina. Ada yang menerangkan di suatu tempat yang dekat dengan Mina. Nabi Ibrahim meletakkan pisau pada leher puteranya, maka baginda memotongnya dengan sangat kuat sekali, namun ia masih tidak mampu memutuskan leher anaknya. Sesungguhnya, Allah membuka tutup mata malaikat di langit dan laut. Ketika malaikat melihat bahawa Nabi Ibrahim menyembelih puteranya iaitu Nabi Ismail, mereka tersungkur sujud kepada Allah. Kemudian Allah berfirman bermaksud:

“Perhatikan olehmu sekalian kepada hamba-Ku, bagaimana dia melakukan pisau di atas leher puteranya untuk mencari atau mengharap keredaan-Ku, sedang kalian dulu semua mengatakan sesuatu ketika Aku berfirman:

‘Sesungguhnya, Aku akan menjadikan di bumi ini seorang khalifah.’
Engkau berkata:

‘Apakah Engkau menciptakan orang yang akan berbuat kerosakan di bumi, dan akan
menumpahkan darah, sedang kami sekalian mensucikan Engkau?

Kemudian Nabi Ismail berkata:
“Wahai ayahku, lepaskan ikatan tali tanganku dan kakiku supaya Allah tidak memandang aku sebagai orang yang terpaksa, ertinya terpaksa dalam mentaati perintah Allah. Bahkan letakkan pisau itu di atas leher aku supaya malaikat tahu, bahawa putera Ibrahim itu mentaati perintah Allah dengan ikhtiar iaitu dengan pilihannya sendiri atau dengan sukarela.”

Maka, Nabi Ibrahim pun meluruskan dua tangan Ismail dan dua kakinya tanpa ikatan, serta memalingkan wajah ke tanah, lalu menggerakkan pisaunya dengan sekuat tenagany. Pisau itu membalik dan tidak boleh memotong leher Ismail dengan izin Allah.

 “Wahai ayahku, kekuatan kamu menjadi lemah kerana masih ada cintamu kepadaku, kerana itu ayah tidak boleh menyembelih aku,”
kata Nabi Ismail.

Maka, Nabi Ibrahim memukul pisau itu pada batu dan batu itu pecah menjadi dua.

“Wahai pisau, engkau mampu membelah batu tetapi kamu tidak mampu memotong leher anakku,” kata Nabi Ibrahim
 Pisau itu berkata dengan izin Allah:
“Wahai Ibrahim, engkau mengatakan ‘potonglah’ sedang Tuhan seru sekalian alam berfirman: ‘Jangan engkau potong’. Maka bagaimana aku mentaati engkau, sedang aku harus menderhakai Tuhan engkau?”

Kemudian Allah berfirman bermaksud:
“Dan Kami menyeru: Hai Ibrahim, sungguh engkau membenarkan mimpi. Ertinya, apa-apa yang engkau perlihatkan daripada beberapa pemandangan, hingga tampak bagi hamba-Ku, bahawa engkau sungguh-sungguh memiliki keredaan-Ku daripada kecintaan kamu terhadap anakmu. 

“Dan adalah engkau dengan demikian itu, termasuk golongan orang yang taat kepada perintah-Ku. Sungguh, ini adalah ujian yang nyata, iaitu penyembelihan itu adalah ujian yang nyata untuk mengetahui antara yang ikhlas, dari yang tidak ikhlas atau juga ujian yang nyata sulit sekali, kerana tidak ada yang sesulit itu.

“Maka, Kami selamatkan orang yang disuruh membunuhnya dengan sembelihan besar dari syurga, iaitu kambing kibas yang dulu dikorbankan oleh Habil yang diterima daripadanya. Dan korban kambing itu tetap berada di syurga, hingga Nabi Ismail ditebus atau digantikan dengan kambing itu.

“Kerana itu, kami perintahkan kepada Jibril yang datang dengan membawa kambing kibas, ketika Nabi Ibrahim meletakkan pisaunya yang terakhir kali pada leher puteranya itu.”

Malaikat Jibril berseru untuk mengagungkan Allah dan kagum terhadap perbuatan Ibrahim seraya berucap:
“Allahu, Akbar, Allahhu Akbar.”

Maka, Nabi Ibrahim membalasnya dengan ucapan:
“Laa Ilaha Illallaahu Allahu Akbar.”

Dan Nabi Ismail pun menyambutnya:
“Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu.”

Maka, Allah menganggap baik kalimat ini, lalu mewajibkan kita sekalian mengucapkannya kerana mengikuti jejak Nabi Ibrahim.

Subhanallah..

Sumber dan suntingan : web Rujukan: http://www.scribd.com/doc/7898509/KISAH-Nabi-Ibrahim-Yang-Sanggup

Isnin, 15 Oktober 2012

PERISTIWA DI 10 MUHARRAM


10 Muharram : Laut Merah terbelah dua bagi menyelamatkan Nabi Musa bersama pengikutnya daripada tentera Firaun.
 
 
10 Muharram - Dinamakan juga Hari Asyura. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting. Kita sebagai hamba Nya yang kerdil haruslah mengambil iktibar. IQRA’ bacalah dengan mata hati mu pada setiap kejadian, pastinya ada hikmat Allah yang tidak terduga akal fikiran hamba-hambaNya.
 
Banyak hadis yang riwayatkan peristiwa-peristiwa yang berlaku pada 10 Muharran, antaranya adalah
 
1.ALLAH menciptakan alam, langit, bintang dan sebagainya
2.ALLAH menciptakan gunung-ganang pada 10 Muharram
3.Diciptakan lautan pada 10 Muharram
4.Diciptakan Qalam (pena untuk menulis amal manusia) pada 10 Muharram
5.Diciptakan Arasy, Luh Mahfuz pada 10 Muharram
6.Diciptakan Nabi Adam a.s. pada 10 Muharram
7.Dimasukkan Nabi Adam a.s. ke dalam syurga pada 10 Muharram
8.Dilahirkan Nabi Ibrahim a.s. pada 10 Muharram
9.Diselamatkan Nabi Ibrahim a.s. dari api Namrud pada 10 Muharram
10.Diselamatkan anaknya Nabi Ismail a.s. dari sembelihan pada 10 Muharram
11.Ditenggelamkan Fir'aun pada 10 Muharram
12.Diampunkan kesilapan Nabi Daud a.s. pada 10 Muharram
13.Dilahirkan NabiIsa a.s. pada 10 Muharram
14.Dikeluarkan Nabi Yunus a.s. daripada perut ikan Nun setelah berada didalamnya selama 40 hari 40 malam pada 10 Muharram
15.Disembuhkan penyakit Nabi Ayub a.s. pada 10 Muharram
16.Diangkat Nabi Isa a.s. ke langit pada 10 Muharram
17.Diterima taubat Nabi Adam a.s. pada 10 Muharram
18.Dianugerahkan tahta kerajaan kepada Nabi Sulaiman a.s.
19.Diciptakan Arasy pada 10 Muharram
20.Awal-awal hujan yang turun dari langit pada 10 Muharram
21.Awal-awal rahmat diturunkan pada 10 Muharram.


Bulan Muharam merupakan bulan keberkatan dan rahmat kerana bermula dari bulan inilah berlakunya segala kejadian alam ini. Bulan Muharam juga merupakan bulan yang penuh sejarah, di mana banyak peristiwa yang berlaku sebagai menunjukkan kekuasaan dan kasih sayang Allah kepada makhluk-nya.

Pada bulan ini juga, Allah mengurniakan mujizat kepada Nabi-Nabi-nya sebagai penghormatan kepada mereka dan juga limpah kurnianya yang terbesar iaitu ampunan dan keredhaan bagi hambanya. Sebagai tanda kesyukuran kepadanya, maka hamba-hambanya mempersembahkan ibadah mereka (antara mereka dengan Allah) sebagai hadiah kepada Allah, namun dengan itu, masih belum dapat lagi membalas kurniaan Allah yang sungguh bernilai.

Said bin Jubair dari Ibnu Abbas r.a berkata: Ketika Nabi saw baru berhijrah ke Madinah, maka mereka dapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam). Maka mereka pun bertanya kepada kaum Yahudi  tentang puasa mereka itu. Mereka menjawab, "Hari ini Allah memenangkan Musa dan Bani Israel terhadap Firaun dan kaumnya, maka kami berpuasa sebagai mengagungkan hari ini. Maka sabda Nabi saw:

 
"Kami lebih layak mengikuti jejak langkah Musa dari kamu."


Maka Nabi Mohammad saw pun menyuruh para sahabat agar berpuasa. Antara lain kelebihan 10 Muharam ialah barang siapa yang melapangkan rezeki pada keluarganya, maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun ini. Terdapat juga sebuah hadis meriwayatkan, "Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka dapat menebus dosa satu tahun." Maksud hadis ini ialah hari yang kesepuluh Muharam (Asyura) merupakan hari dan bulan kemuliaan kerana pada sesiapa yang berpuasa pada hari inilah, Allah membersihkan dan menebus dosa-dosa mereka yang lampau.

 
Bulan Muharam merupakan satu-satunya bulan yang teristimewa kerana banyak peristiwa yang bersejarah berlaku pada bulan ini disamping ganjaran pahala yang besar kepada sesiapa yang beribadah pada bulan ini sepertimana terdapat dalam satu hadis.

 
"Sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam), maka Allah akan memberi kepadanya pahala sepuluh ribu malaikat dan juga akan diberi pahala sepuluh ribu orang berhaji dan berumrah dan sepuluh ribu orang mati syahid. Dan sesiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, maka Allah akan menaikkan dengan tiap anak rambut satu darjat. Sesiapa yang memberi buka puasa pada semua umat Muhammad saw dan mengenyangkan perut mereka."

 
Sahabat pun bertanya, "Ya Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Asyura, dan menjadikan bukit dari lain-lain hari." Jawab Rasulullah, "benar, Allah telah menjadikan langit dan bumi pada hari Asyura, dan menjadikan bukit-bukit pada hari Asyura dan menjadikan laut pada hari Asyura dan menjadikan Loh Mahfuz dan Qalam pada hari Asyura dan juga menjadikan Adam dan Hawa pada hari Asyura, dan menjadikan syurga dan neraka serta memasukkan Adam ke syurga pada hari Asyura, dan Allah menyelamatkannya dari api pada hari Asyura dan menyembuhkan dari bala pada Nabi Ayub. Pada hari Asyura juga Allah memberi taubat kepada Adam dan diampunkan dosa Nabi Daud, juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Asyura dan kiamat akan terjadi pada hari Asyura."

Maka pada hari itu ( 10 Muharam) Nabi Adam dan Nabi Nuh a.s berpuasa kerana bersyukur kepada Allah kerana hari itu merupakan hari taubat mereka diterima oleh Allah setelah beratus-ratus tahun lamanya memohon keampunan.

 
Pada hari itu juga, hari pembebasan bagi orang-orang Islam yang telah sekian lama dikongkong oleh Firaun, di mana hari itu mereka diselamatkan dari kejahatan dan kezaliman Firaun yang selama ini mengancam agama dan menggugat iman mereka. Dengan tenggelamnya Firaun, Haman, Qarun dan istana mereka bererti berakhirlah sudah kezaliman musuh-musuh Allah buat masa itu. Terselamatlah tentera Nabi Musa dari musuh dengan mukjizat yang Allah berikan, maka mereka berpuasa kerana kesyukuran yang tidak terhingga kepada Allah swt.

 Petikan hadis diatas disediakan dalam bentuk senarai
 

Sahabat pun bertanya, "Ya Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Asyura, dan menjadikan bukit dari lain-lain hari." Jawab Rasulullah, "benar,
 

1. Allah telah menjadikan langit dan bumi pada hari Asyura,

2. dan menjadikan bukit-bukit pada hari Asyura

3. dan menjadikan laut pada hari Asyura

4. dan menjadikan Loh Mahfuz dan Qalam pada hari Asyura

5. dan juga menjadikan Adam dan Hawa pada hari Asyura,

6. dan menjadikan syurga dan neraka serta memasukkan Adam ke syurga pada hari Asyura, 7. dan Allah menyelamatkannya dari api pada hari Asyura

8. dan menyembuhkan dari bala pada Nabi Ayub.

9. Pada hari Asyura juga Allah memberi taubat kepada Adam

10. dan diampunkan dosa Nabi Daud,

11. juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Asyura

12. dan kiamat akan terjadi pada hari Asyura."

13. Allah menerima taubat Nabi Adam setelah beratus tahun lamanya memohon keampunan.

14. Allah menerima taubat Nabi Nuh setelah beratus tahun lamanya memohon keampunan.

15.Pada hari itu juga, hari pembebasan bagi orang-orang Islam yang telah sekian lama dikongkong oleh Firaun, di mana hari itu mereka diselamatkan dari kejahatan dan kezaliman Firaun yang selama ini mengancam agama dan menggugat iman mereka. Dengan tenggelamnya Firaun, Haman, Qarun dan istana mereka bererti berakhirlah sudah kezaliman musuh-musuh Allah buat masa itu.

16. Terselamatlah tentera Nabi Musa dari musuh dengan mukjizat yang Allah berikan, maka mereka berpuasa kerana kesyukuran yang tidak terhingga kepada Allah swt.


 
 

Rabu, 14 Disember 2011

Gerhana Bukan di Bulan

10 Disember 2011M
Bulan bertasbih, bertahlil dan bertawaf
Mengelilingi Bumi,

14 Muharam 1433H
Planet panet bertasbih, bertahlil dan bertawaf
Mengelilingi Matahari,

10 Disember 2011 bersamaan 14 Muharam 1433
Matahari bertasbih, bertahlil dan bertawaf
Mengelilingi Gelaksi

10 Disember 2011 bersamaan 14 Muharam 1433
Gelaksi bertasbih, bertahlil dan bertawaf
Mengelilingi semester alam.

Alam 10 Disember 2011
Dalam menghintung detik gelap gelita
Cahaya nya bulan tertutup pada padangan

Alam 14 Muharam 1433
Suara Azam dan iqamat sahut menyahut beralunan
Bersujud setiap hamba Nya
yang melihat Gerhana dengan mata hati bukan sekadar pada padangan.

Gerhana : 10 Disember 2011 (Bandar Bukit Puchong 2)

Mutiara Kata Bulan Gerhana 10/12/2011

Bukan aku mencari sejuta cinta, yang aku cari adalah kesempurnaan cinta.

Jumaat, 9 Disember 2011

SYEIKH MUSTAFA AL-'ADAWI

Syeikh Mustafa Al-'Adawi adalah antara ahli sunnah dan ulama' yang cukup terkenal dari Mesir. Lahirkan pada tahun 1945 di sebuah kampung bernama Maniah Samnud di wilayah al-Daqhaliah. Dia pernah mendapat pendidikan di falkuti teknik tepatnya jurusan teknik mesin tahun 1977

Sebagaimana kebiasaan para ulama terdahulu, Syeikh Mustafa Al'Adawi pernah melakukan rihlah ilmiah (perjalanan dalam rangka menuntut ilmu). Beliau meninggalkan kampung halaman tercinta menuju Yaman untuk berguru dengan Syeikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i. Selama lebih kurang 4 tahu dari 1400 H sampai 1404 H beliau hadiri berbagai pelajaran ilmiah yang disampaikan oleh Syeikh Muqbil.

Sekembali beliau dari Yaman, Syeikh Mustafa Al-'Adawi membina sebuah masjid kecil sebagai tempat beliau mengajarkan ilmu yang telah beliau perolehi untuk diajarkan kepada orang lain. Di masjid ini dia mulai mengajarkan Sahih Bukhari, Muslim, tafsir al-Quran dan Fiqh.Ketika mulai banyak penuntut ilmu yang ingin belajar ilmu-ilmu agama kepadanya baik dari Mesir ataupun di luar Mesir, dia mulai membina sebuah masjid besar dan perpustakaan yang besar pula.Di samping mengajar di masjid sendiri, dia juga memiliki berbagai kajian rutin setiap pekannya di berbagai wilayah di Mesir

Di samping aktiviti mengajar, Syeikh Mustada Al-'Adawi juga meminati bidang penulisan. Beliau aktif menulis di bidang fiqh, hadis, mustahalah hadis dan tafsir. Beliau mempunyai obsesi besar untuk menulis tafsir al-Quran dalam bentuk soal jawab. Program ini dia namakan at Tashil li Ta’wil at Tanzil (cara mudah belajar tafsir al-Quran).

Di antara buku yang bendapat sambutan di pasaran adalah
tafsir untuk surah al-Baqarah,
Ali Imran,
an-Nisa’,
an-Nur,
al-Hujurat,
al-Qashash,
Yusuf,
juz amma
juz 29.

Dalam bidang fiqh, beliau menulis kitab al Jami’ li Ahkam al Nisa’ (Buku Lengkap Tentang Hukum-Hukum Berkaitan Wanita). Buku ini terdiri dari lima jilid dengan perincian empat jilid berisi huraian manakala jilid kelima berisi soaljawab pemakaian tentang kandungan empat jilid sebelumnya.

Di samping itu, beliau juga menulis buku fiqh yang bersifat umum. Judul buku tersebut adalah al Jami’ al ‘Amm fi al Fiqh wa al Ahkam (buku lengkap tentang fiqh dan hukum).

Karya-karyanya yang lain di antaranya adalah:-
- Tarbiyah Al-Abna’ wa Thaifah min Nasha-ihi al-Athibba-i (Bagaimana Nabi Mendidik Anak )
- Ahkam An-Nikah wa Az-Zifaf (Tanya Jawab Masalah Nikah Dari A Sampai Z )
- al-Sahih al Musnad min Ahadis al-fitan wa al Malahin wa Ayrath al-Sa’ah (Kumpulan hadis-hadis sahih mengenai huru hara akhir zaman)-
al-Sahih al-Musnad min Adzkar al-yaum wa al Lailah (Kumpulan hadis sahih mengenai zikir-zikir harian)
- al-Sahih al-Musnad min fadhail al-Sahabah (Kumpulan hadis sahih mengenai keistimewaan para shahabat Nabi)
- al-Sahih al-Musnad min al-Ahadis al-Qudsiah (Kumpulan hadis-hadis qudsi yang sahih)

Beliau sentiasa bersungguh-sungguh dalam berdakwah, menyebarkan ilmu dan produktif menulis buku. Semoga Allah melimpahkan keberkahan untuk ilmu dan amal beliau.

RENUNGAN BUAT SANG SUAMI

(Syaikh Mustofa Al-‘Adawy)

Wahai sang suami ….

Apakah berat bagi mu,
untuk tersenyum di hadapan isteri mu
di kala dirimu masuk menemui isteri tercinta,
agar engkau meraih pahala dari Allah?!!

Apakah membebani mu untuk berwajah yang berseri-seri
tatkala diri mu melihat anak dan isteri mu?!!

Apakah menyulitkan mu wahai hamba Allah,
untuk merangkul isteri mu,
mengecup pipinya serta bercumbu disaat engkau menghampiri dirinya?!!

Apakah gerangan yang memberatkan mu
untuk mengangkat sesuap nasi dan menyuapkannya di mulut sang isteri,
agar engkau mendapat pahala?!!

Apakah susah,
apabila engkau masuk rumah
sambil mengucapkan salam dengan lengkap :
“Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh”
agar engkau meraih 30 kebaikan?!!

Apakah gerangan yang membebani mu,
jika engkau menuturkan untaian kata-kata
yang baik
yang disenangi kekasihmu,
walaupun agak terpaksa,
dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!
Tanyalah keadaan isteri mu di saat engkau masuk rumah!!

Apakah memberatkanmu,
jika engkau menuturkan kepada isteri mu di kala masuk rumah :
“Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisi mu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun”.

Sesungguhnya,.........
jika engkau benar-benar mengharapkan pahala dari Allah
walaupun engkau dalam keadaan letih dan lelah,
dan engkau mendekati sang isteri tercinta dan menggaulinya,
nascaya diri mu akan mendapatkan pahala dari Allah,
karena Rasulullah pernah bersabda :
"Dan di dalam mempergauli isteri kalian ada sedekah”.

Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah,
jika engkau berdoa dan berkata :
“Ya Allah perbaikilah isteri ku dan berkatilah daku pada dirinya”
Sesungguhnya ucapan baik itu adalah sedekah.
Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan isteri adalah sedekah.
Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.
Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.
Berhubungan badan mendapatkan pahala.

Sumber : Wordpress.Com Edit by 165JalanPulang.Blogspot

RENUNGAN BUAT SANG ISTERI

(Syaikh Mustofa Al-‘Adawy)

Wahai sang Isteri ….

Apakah akan membahayakan dirimu,
apabila engkau menemui suamimu dengan wajah yang berseri,
dihiasi simpul senyum yang manis di saat dia masuk rumah?

Apakah memberatkanmu,
apabila engkau menyapu debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!!

Mungkinkah akan menyulitkanmu,
jikalau engkau berkata kepada suami :
“Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku”.

Wahai sang isteri…

Berdandanlah untuk suamimu dan harapkanlah pahala dari Allah di waktu engkau berdandan,
karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan

Pakailah haruman yang wangi
serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu.

Jauhi dan jauhilah bermuka masam dan cemberut.
Janganlah engkau mendengar dan menghiraukan perosak dan pengacau yang berniat merosak dan mengacaukan keharmonian mu dengan suami.

Janganlah selalu tampil sedih dan gelisah,
Berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.

Janganlah berbicara dengan laki-laki lain dengan lemah-lembut,
sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan menduga hal-hal yang jijik ada pada dirimu.

Selalulah dirimu dalam keadaan lapang dada,
hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat.

Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan,
kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.

Ingatkanlah suami mu untuk berbakti kepada ibu bapa nya.
Didiklah anak-anak mu dengan baik.
Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir,
perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah,
karena surat itu dapat mengusir syaitan.
Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam,
doronglah dia untuk melakukan puasa sunah,
ingatkan dia akan keutamaan bersedekah,
janganlah engkau menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya.
Perbanyaklah beristighfar untuk diri mu, suami mu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin.

Berdoalah kepada Alloah Subhanahu wa Ta’ala,
agar dianugerahkan keturunan yang baik,
niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat.

Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa
mencintai orang yang merintis dalam meminta.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan Rabbmu berkata : “Serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu” (Al-Ghafir : 60).

Sumber : wordpress.com with edit by 165JalanPulang.Blogspot

Khamis, 8 Disember 2011

AYAT-AYAT CINTA

Desir pasir dipadang tandus
Segersang pemikiran hati
Terkisahku diantara cinta yang rumit

Bila keyakinan ku datang
Kasih bukan sekedar cinta
Pengorbanan cinta yang agung
Ku pertaruhkan

Maafkan bila ku tak sempurna
Cinta ini tak mungkinku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cinta ku padaMu

Bila bahagia mulai menyentuh
Seakanku bisa hidup lebih lama
Namun harus ku tinggal kan cinta
Ketika ku bersujud...

Lirik Lagu : Rossa - Ayat Ayat Cinta
Lagu Tema : Filem Ayat-ayat cinta

KETIKA CINTA BERTASBIH

Bertuturlah cinta
Mengucap satu nama
Seindah goresan sabda Mu dalam kitab Mu
Cinta yang bertasbih
Mengutus Hati ini
Ku sandarkan hidup dan matiku pada Mu

Bisikkan doaku
Dalam butiran tasbih
Ku panjatkan pintaku pada Mu Maha Cinta
Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah
Tak bisa ku paksa walau hatiku menjerit

Ketika Cinta bertasbih
Nadiku berdenyut merdu
Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud sukur pada Mu atas segala cinta



Lirik lagu : Melly Goeslaw
Lagu Tema : Filem Ketika Cinta Bertasbih

Jumaat, 28 Oktober 2011

SYAIR SEORANG SUFI

Puisi sufi membuktikan kebangkitan penyair-penyair yang sentiasa mencari jalan ke syuarga Allah. Sebagai makhluk spiritual mereka sentiasa berusaha mengungkapkan kerinduannya akan nilai-nilai spiritual demi menciptakan keutuhan diri dan mengajak masyarakat sama-sama sujud kepada penciptanya. Tanpa nilai spiritual, manusia tidak akan dapat menyempurnakan sifat kemanusiaannya. Ia umpama robot berdaging yang hidup di bumi dengan segala aktivitas bernilai relatif, yang dijalankannya dari hari ke hari sekadar menunggu atau menunda saat kematiannya.





Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri merupakan penyair klasik Persia terkemuka dengan memakai nama pena sebagai Jalaluddin Rumi. Menerusi karya nya yang tersohor Jalaluddin Rumi menggelitik kesadaran masyarakatnya terhadap kepercayaan dan pegangan agama yang dijulang iaitu menerusi syairnya yang bertajuk Syahadat Kita;




Syahadat Kita
Dia berkata tiada Tuhan,
lalu dia berkata kecuali Tuhan.
Dari Tiada menjadi kecuali Tuhan maka menjelmalah Keesaan.




Nukilan mata pena nya, Jamaluddin Rumi menyingkap dan mengungkap situasi kepenyairannya yang tersendiri. Disamping terkenal sebagai penyair, ia adalah seorang ulama besar yang menyampaikan dakwahnya melalui karya seni. Dalam karya-karyanya, terlihat ajaran-ajaran tasawuf yang mendalam, yang disampaikan dalam bentuk apologi, fabel, legenda, anekdot, dan lain-lain. Kumpulan karya seni yang sangat indah dan terkenal ini dihimpunkan melalui kitab Masnawi. Kitab ini terdiri dari enam jilid dan mengandungi 20,700 bait syair. Pada bahagian pendahuluan kitab Masnawi Jalaluddin Rumi mengatakan:







Aku tidak menyanyikan Masnawi agar orang membawanya dan mengulang-ulangnya pula, akan tetapi agar orang meletakkan buku itu di telapak kaki dan terbang bersamanya. Masnawi adalah tangga pendakian menuju kebenaran. Jangan engkau pikul tangga itu di belakangmu sambil berjalan dari satu kota ke kota lain.




Jalaluddin Rumi dilahir pada 30 September 1207 Masehi di Balkh (kini terletak di perbatasan Afganistan) dan meninggal pada 17 Desember 1273 Masehi di Konya (wilayah Turki, Asia).







Syair Jalaluddin Romi


Inilah Cinta
Inilah cinta, membumbung ke langit
Setiap saat mengoyak seratus cadar
Mula-mula, mengingkari hidup
Akhirnya, melangkah tanpa kaki
Menganggap dunia ini tak tampak
Sepi semua yang muncul di benak
”Oh, jiwa,” kataku, ”Semoga kau berbahagia
Memasuki negeri orang-orang tercinta
Memandang daerah yang tak tercapai mata
Menyusup ke dalam lekuk liku dada!
Dari mana datangnya nafas ini, o jiwa
Dari mana pula asal denyut jantung, o hati?
Burung, bicaralah dengan bahasa burung
Kutahu artinya yang terselubung
Jiwaku pun menyahut, ”Aku berada di pabrik
Yang sedang mengolah air dan tanah liat
Aku pun melepaskan diri dari sana
Ketika sedang diciptakan
Waktu tak kuat lagi aku bertahan, mereke menyeretku
Dan menuangku
Sehingga bagaikan bola bentukku.”


Pernyataan Cinta
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.


Hati Bersih Melihat Tuhan
Setiap orang melihat Yang Tak Terlihat
dalam persemayaman hatinya.
Dan penglihatan itu bergantung pada seberapakah
ia menggosok hati tersebut.
Bagi siapa yang menggosoknya hingga kilap,
maka bentuk-bentuk Yang Tak Terlihat
semakin nyata baginya.


Kesucian Hati
Di manapun, jalan untuk mencapai kesucian hati
ialah melalui kerendahan hati.
Maka dia akan sampai pada jawaban “Ya” dalam pertanyaan
Bukankah Aku Tuhanmu?


Memahami Makna
Seperti bentuk dalam sebuah cermin, kuikuti Wajah itu.
Tuhan menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.
Tatkala Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.
Dan manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku.
Maka katakana tentang Diri-Mu, ya Tuhan.
Agar segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara
makna yang telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan
berasal dari Lautan-Mu.


Tuhan Hadir dalam Tiap Gerak
Tuhan berada dimana-mana.
Ia juga hadir dalam tiap gerak.
Namun Tuhan tidak bisa ditunjuk dengan ini dan itu.
Sebab wajah-Nya terpantul dalam keseluruhan ruang.
Walaupun sebenarnya Tuhan itu mengatasi ruang.


Lihatlah yang Terdalam
Jangan kau seperti iblis,
Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.
Lihatlah di balik lumpur,
Beratus-ratus ribu taman yang indah!


Keterasingan di Dunia
Mengapa hati begitu terasing dalam dua dunia?
Itu disebabkan Tuhan Yang Tanpa Ruang,
Kita lemparkan menjadi terbatasi ruang.


Puasa Membakar Hijab
Rasa manis yang tersembunyi,
Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!
Ketika perut kecapi telah terisi,
ia tidak dapat berdendang,
Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.
Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,
Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.


Disebabkan Ridha-Nya
Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,
Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini
dengan Cinta-Mu?


Letak Kebenaran
Kebenaran sepenuhnya bersemayam di dalam hakekat,
Tapi orang dungu mencarinya di dalam kenampakan.


Rahasia yang Tak Terungkap
Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),
Itu semua hanyalah kulit.
Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah
rahasia yang tak terungkapkan.








Al – Fatihah
Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri
( 30 September 1207 ~ 17 Desember 1273 )